Jumat, 19 Oktober 2012

Apa yang diinginkan???


Apa yang kita inginkan??

Mau menjadi seperti si B bisa belanja belanji, sering traveling, gonta-ganti mobil....pasti banyak yang mau. Tapi pasangan hidupnya sukses, apa iya yakin bisa dapatin pasangan hidup yang seperti itu???

Mmmm...ga yakin!! Kalau ga yakin harus gimana lagi ya?

Memperlengkapi diri dengan banyak ketrampilan, untuk senjata kita berperang mencari kerja yang enak, nyaman dan gaji gede. Itu wajib hukumnya, karena orang yang sudah sukses dan pandai pun tidak pernah lelah untuk terus meng-upgrade kemampuannya, biar tetep exsist. Apalagi kalau kita hanya pas-pas an, dan maunya hidup enak nyaman, ya harus mati-matian berjuang.

Jadi, apa yang diinginkan harus diperjuangkan, jangan hanya duduk diam, ngeces-ngeces mandangin orang yang kayanya hidup nyaman.

Semua butuh pengorbanan dan proses.

Semangat deh biar bisa seperti si B, tanpa menanti dari pasangan.


Cemungud Gul's

Kamis, 18 Oktober 2012

anggota keluarga baruku...

haii...

ini beauty, panggilannya "B",cantik, ndut, dan ngegemesin..
usianya 5 bulan, tapi karena makannya kuat, berat badanku 3.5 kg.
rumah jadi rame semenjak kehadirannya, walaupun nakal tapi ngangenin.

Dulu kita bukan penyayang kucing, bahkan cenderung benci sama binatang ini. Tapi semenjak melihat "B" kita benar-benar jatuh cinta. Selalu kepikiran kalau kita tinggal terlalu lama.

"B" menjadi anggota keluarga baru di rumah...yang membuat hidup suasana rumah. 


 






Kemana "kejutan" itu pergi??


Lamanya waktu berhubungan, bukan sebuah jaminan bahwa mereka sudah saling mengerti dan saling melengkapi.

Tetapi yang sering muncul di tengah hubungan itu adalah kejenuhan dan kebosanan. Apalagi bila kegiatan yang dilakukan monoton, itu dan begitu saja.

Bukan hanya itu saja,rasa nyaman yang timbul karena lamanya waktu bersama malah menimbulkan rasa semena-mena, seenak sendiri, karena merasa pasangan sudah terbiasa dengan hal seperti itu.
 
"Kejutan" itu mulai luntur, terenggut oleh waktu.Pasangan semakin tampak menjenuhkan dan membosankan.

Jika dibiarkan berlarut-larut, mungkin bukan hanya "kejutan" itu saja yang bisa hilang, tetapi rasa cinta pun bisa pupus.

Cobalah untuk selalu menjaga hal-hal kecil yang dulu bisa menyatukan perbedaan antara dua insan itu. Jangan menjadi manusia yang membosankan dan menjenuhkan. Karena itu akan membuat hubungan yang sangat panjang itu mulai mandeg dan ga perlu dilanjutkan.